Sabtu, 10 Oktober 2009

Live Like We're Dying


Sometimes we fall down and can't get back up

We're hiding behind skin that's too tough

How come we don't say "I love you" enough

Till it's too late

It's not too late


Our hearts are hungry for a food that won't come

And we could make a feast from these crumbs

And we're all staring down the barrel of a gun

So if your life flashed before you

What would you wish you would've done


Yeah… We gotta start


Lookin' at the hand of the time we've been given here

This is all we got and we gotta start pickin' it

Every second counts on a clock that's tickin'

Gotta live like we're dying

We only got


eighty six four hundred seconds in a day to

Turn it all around or throw it all away

We gotta tell 'em that we love 'em

While we got the chance to say

Gotta live like we're dying


And if your plane fell out of the skies

Who would you call with your last goodbyes

Should be so careful who we left off out our lives

So when we long for absolution

There'll no one on the line


You never know a good thing till it's gone

You never see a crash till it's head on

All the people right when we're dead wrong

You never know a good thing till it's gone


Gotta live like we're dying

Like we're dying


(Live Like We're Dying - The Script / Kris Allen)



Minggu, 04 Oktober 2009

Sajak untuk Padang



1 & 1000

1 tewas adalah musibah
1000 tewas adalah statistik
itu yang dikatakan Joseph Stalin
begitu piciknya dia mengatakan itu

Karena bagiku 1 tewas adalah musibah
dan 1000 tewas adalah tak terperihkan
Karena bagiku setiap insan adalah cahaya
dan 1000 insan taqwa adalah kemuliaan

Di dalam batinku, nurani bersyukur
"Gempa jauh nun di seberang sana"
Di dalam batinku, nurani bertanya
"Mengapa harus disana, bukan disini ?"


****

2 Kawanku


kawan, hari ini engkau sungguh bahagia
berhasil menikahi anak ketua dewan
semua senang tinggi melambung
seisi kampung memberi selamat

"selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng hingga wafat"


kawan, hari ini aku sungguh berduka
satu sahabat tak jadi menikah
gempa datang tinggi mengguncang
seisi kampung meregang nyawa

"selamat jalan, semoga diterima di sisi Tuhan"



****
Terima kasih untuk K' Aan Manyur dan bang Hendra Gunawan


Senin, 28 September 2009

Reuni, pede atau minder?


Currently listening : Maliq & D Essentials - Coba Katakan



3 hari yang lalu saya menghadiri reuni SMA. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Makassar. Sekolah yang katanya anaknya paling gaul seantero Makassar *padahal, cuman menang digaya, hehe*. Reuni kali ini merupakan reuni akbar untuk seluruh angkatan, tidak heran para undangan yang datang begitu mebludak.

Smansa Makassar, 2002 sampai 2005, hanya sempat 3 tahun saya 'menimba ilmu' di sekolah ini. -jadi maumu berapa tahun cal?

---
Jika kamu menerima undangan dalam acara reuni, what’s the first thing in your mind?
Entah, mendadak saya merasa sudah sangat tua. Walaupun dikatakan masih alumni baru, tetapi sadar sudah 4 tahun meninggalkan SMA, perasaan 'tua' itu tentu tak bisa dihilangkan -sudah 22, duuh, belum sarjana lagi- :). Perasaan yang campur aduk tentu muncul, senang iya bisa kumpul lagi dengan teman lama, tetapi perasaan cemas pun muncul. Tiba-tiba dalam pikran saya timbul pertanyaan “What will they think about me?", ohh, saya selalu merasa was-was terhadap pandangan orang ke saya. Saya juga mendadak takut akan pertanyaan "what's new with u?", pertanyaan yang membuat saya tentu menjadi minder, karena belum ada progress yang berarti dan belum punya apa-apa yang bisa dibanggakan.

Tetapi, saya terlanjur excited dengan reuni kali ini, jadi tidak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena tujuan saya hanya untuk nostalgia, bersenang-senang dengan kawan-kawan SMA, walaupunpun rasa 'minder' itu tetap saja mengganggu.

Acara kumpul-kumpul itu sangat menyenangkan. Bisa kumpul lagi dengan teman-teman yang datang dari berbagai kota, bahkan yang merantau ke luar negeri. Perubahan tentu saja ada. Yang satu jadi tambah kaya, yang satu jadi tambah cantik, dan satunya jadi tambah cakep, ada juga yang tambah hancur, yaa...siapa lagi kalau bukan saya. Yang dulunya gendut, sekarang sudah slim, yang dulunya paling cupu, bisa berubah seperti artis, yang dulunya malu dengan bahasa inggrisnya sekarang sudah ceplas-ceplos seperti cincha Laura, yang dulunya paling nakal dan dijadikan standar mengerti atau tidaknya teman sekelas, ehh malah dia yang paling cepat sarjananya

Acara reuni juga tidak bisa dipisahkan sebagai ajang 'show off'. Salah satu teman tiba-tiba mengantongi kamera pocketnya ketika masuk diruang reuni karena malu dengan kamera SLR yang berseliweran dimana-mana. Saya pun sempat kebingungan untuk memarkir motor saya karena tidak ada motor yang saya lihat di area parkir, yang ada hanya mobil dan mobil. Mulai dari mobil yang katanya mobil sejuta umat sampai mobil mewah sekelas BMW dan Mercy S-Class.

Ok, kembali ke reuni tadi. Perbincangan kami pun beralih ke masalah kuliah dan kerjaan. Tiga dari teman saya sudah kuliah S2, saya pun berpikir jangan-jangan nanti dia selesai S2, saya malah belum selesai S1. Salah satu teman saya itu bernama Uge, nama yang biasa kami panggil waktu SMA, singkatan dari Ulu Gede -Ulu dlm bahasa Makassar artinya kepala-. Kepala yang besar pantas baginya karena memang otaknya luar biasa pintarnya, rajanya matematika, dan selesai di jurusan ekonomi hanya tiga setengah tahun dengan predikat Cum Laude. Ada juga yang sudah jadi pengusaha minyak, sudah jadi direktur diperusahaan keluarganya. Sudah jadi raja minyak dia. Ada juga yang jadi pengusaha roti, waralabanya dimana-mana, yang menjual Roti Maros yang sangat enak itu. Dan banyak lagi, ada yang jadi karyawan BUMN, ada yang jadi PR, adapun yang jadi koboi kampus, yaa...itu saya.

Kenangan saya pun kembali ke tahun-tahun ketika saya duduk di SMA. Teman-teman yang saya ketemu di acara reuni tersebut, tidak lain merupakan partner in crime saya dulu di SMA. Walaupun katanya saya ini orangnya 'baik-baik' dan burenk (buru rengking), tetapi kalau diingat-ingat banyak juga catatan hitam saya ketika SMA. Ingat, sewaktu upacara tiap senin, bolos dari upacara dan sembunyi di taman depan Masjid. Main Game Ragnarokdi depan sekolah sampe dikejar-kejar kepsek yang lagi buser. Dikurung di perpus karena terlambat datang sekolah atau diancam diberi nilai 3 dirapor karena bolos pelajaran seni menari -saya selalu phobia dengan menari-menari, kesannya kayak bencong saja, sorry yang tersinggung-.

Saya pun kembali berpikir. Tuhan memang selalu memberi kejutan dalam diri tiap orang. Tuhan menentukan takdir seseorang yang orang lain tidak akan menyangkanya bisa seperti sekarang. Melihat teman-teman saya yang sudah sukses atau 'nyaris' sukses, menjadikan cambuk bagi saya untuk bisa lebih. Saya bangga bisa berteman dengan mereka, dan bersyukur Tuhan mengenalkan saya dengan semuanya. Saya bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka, yang tetap tidak sombong kepada teman-temannya.

Yaa, reuni memberi rasa yang campur aduk bagi saya. Pede sih, tapi masih ada rasa canggung.
It’s awesome for some people, but it’s awkward for others.

--

Bulan ini kan bulannya halal bi halal/reuni. Bagaimana dengan reuni kamu?



Sabtu, 19 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H






from the bottom of my heart

Taqabballahu minna waminkum.

Minal Aidzin wal Faidzin

Mohon maaf lahir & bathin yaa..


Jumat, 18 September 2009

Kumpul Keluarga


Hapeku
berdering saat kuliah 'mekanika bahan', kuliah terakhir untuk pekan ini sebelum libur lebaran. Ternyata kakakku yang kedua (Ela) nelpon, bilang harus cepat-cepat pulang ke rumah kalau kuliahnya sudah habis. Dalam pikiranku, yaa paling disuruh lanjutin kerjaan kemarin, bantu-bantu orang rumah bersihin rumah buat persiapan lebaran.

Sesampai di rumah, ternyata yang ada adalah kejutan. Kakakku (heny) dan suaminya (Kole') ternyata ada di rumah. Mereka mudik dari Jepang tanpa bilang-bilang sebelumnya.

Surprise !!!


Sudah dua tahun lebih kakakku pergi ke Jepang, menemani suaminya yang sedang menjalani studi program doktoralnya. Dan sudah dua kali pula kami merayakan Ied tanpa keluarga yang lengkap. Dan untuk Idul Fitri kali ini puji syukur kepada Allah, alhamdulillah, tahun ini keluarga kami bisa berkumpul kembali.

Sungguh mudik yang mahal, hehe.


*Thank You Allah, for my beautiful family

Kamis, 17 September 2009

i love tennis


Anda penggemar tennis ?
Jika anda adalah penggemar tennis, maka berbahagialah anda hidup di zaman sekarang. Saya dan jutaan penggemar tennis pasti merasa beruntung hidup di masa sekarang. Periode dimana rivalitas tennis dunia disajikan dengan sempurna.


Masih ingat final Wimbledon 2008 tahun lalu? Final antara Roger Federer vs Rafael Nadal. Final Wimbledon terbaik sepanjang masa dan dengan durasi yang paling lama, lebih dari 5 jam. Nadal berhasil menggagalkan ambisi Roger merebut gelarnya yang keenamnya secera beruntun. Saya beruntung menyaksikan pertandingan tersebut. (tentunya lewat layar tivi)

Masih ingat final Wimbledon tahun ini? Roger kembali berada di tahta tertinggi Wimbledon. Berhasil merebut gelarnya yang hilang dengan mengalahkan Andy Roddick. Pertarungan sengit tennis kelas dunia yang memakan waktu lebih dari 4 jam. Dan sekali lagi saya beruntung menyaksikan pertandingan tersebut.

Anda sempat menyaksikan final Roland Garros tahun ini? sial bagi saya tidak bisa menyaksikannya (tv kabel di rumah tidak menyiarkannya) dan beruntunglah anda jika menyaksikannya. Final antara Roger vs Soderling yang tentunya dimenangkan oleh Roger Federer. Gelar grand slam satu-satunya yang belum dia dapatkan. Gelar yang menasbihkan dirinya sebagai legenda tennis dunia.

Dan di US open kemarin, apakah Anda sempat menyaksikannya? sekali lagi, beruntunglah Anda yang menyaksikannya. Beruntunglah anda jika menyaksikan forehand ajaib Roger ketika mengalahkan Novak Djokovik di semifinal. Dan beruntunglah Anda menyaksikan laga final antara Roger Federer vs Juan Martin Del Potro. Final yang disebut media sebagai final antara The Master vs The Student. Dan ternyata The Student sukses menyingkirkan The Master. Saya masih tidak percaya sang legenda bisa dikalahkan.

Sebagai penggemar tennis, saya memang kecewa Roger Federer kalah di final kemarin, tetapi disisi lain, sebagai pecinta tennis, saya tentu puas dengan sajian permainan yang alot dengan skill yang luar biasa.

Era Pete Sampras memang telah berakhir, namum ia berhasil memberi pelajaran berharga bagi junior-juniornya termasuk Roger Federer. Dan mungkin 3 atau 4 tahun kedepan, era emas Roger Federer juga mungkin akan berakhir, tetapi ia juga berhasil 'mendidik' petenis-petenis dunia yang lain.

Roger Federer telah memberi benchmark dengan level yang tinggi pada setiap turnamen tennis dunia. Menjadikan level tennis dunia semakin hari semakin tinggi. Menjadikan setiap turnamen yang diikutinya tidak pernah kehilangan daya tarik.

Saya tentunya masih ingin menyaksikan setiap turnamen yang dimenangkan oleh Roger Federer. Masih berharap dia terus menambah perbendaharaan gelar-gelarnya. Sampai tiba munculnya petenis dunia dengan skill yang luar biasa yang bisa menjadi Master seperti Roger.

Apakah Rafael Nadal? atau Novak Djokovik? Andy Murray? ataukah J.M. Del Potro (yang masih berusia 20 thn) ? Kita tunggu saya kejutan-kejutan yang hadir di setiap turnamen berikutnya.

Enjoy

Selasa, 15 September 2009

1 litre of tears



yaa, saya baru menontonnya



damn,
sukses membuatku menangis



:tears:

Jumat, 11 September 2009

Trans Studio Themepark


Tanggal 9 bulan 9 tahun 2009, mungkin adalah hari yang spesial buat banyak orang. Ibu-ibu
banyak yang 'memaksakan' diri untuk melahirkan anaknya, ada pula yang menikah, dan banyak lagi yang memanfaatkan momentum tanggal cantik ini. Tak terkecuali dengan Trans Corp.


09-09-09 adalah hari yang spesial buat masyarakat Makassar khususunya. Wahana bermain Trans Studio Themepark resmi diresmikan oleh bapak wapres Yusuf Kalla. Themepark indoor ini diklaim sebagai yang terbesar didunia (12.7 hektar).

Malam itu, saya menyalakan tivi, dan nyangkut di channel Trans TV. Nidji lagi konser, yaa seperti tanyangan konser-konser biasa di tv-tv, tapi tiba-tiba mata saya tertuju pada di sudut kiri atas tv, tertulis 'Live dari Makassar'. Saya pun langsung ingat, kalau ternyata hari ini adalah opening ceremony Trans Studio Themepark. Wahana bermain yang tentu sangat dinantikan oleh 3,4 juta warga Makassar.

Makassar memang kurang dalam hal area bermain atau rekreasi bagi masyarakatnya. Tidak memiliki wahana bermain seperti Dufan yang ada di Jakarta, tidak memiliki wahana permainan air seperti waterboom, tidak memiliki kebun binatang seperti di Ragunan. Hiburan warga Makassar hanya pantai, Pantai Losari, pantai Akkarena, dan beberapa Tanjung dan selebihnya hanya mall-mall besar yang dijadikan tempat 'rekreasi'. Namun, akhirnya atas kerjasama dari Trans Corp dan Kalla Group, Makassar, kotaku yang panas dan penuh debu ini akhirnya bisa juga punya area bermain raksasa.

Tetapi mengapa harus di Makassar? awalnya ketika pertama kali tahu tentang megaproyek ini sekitar setahun yang lalu, saya pun heran, kok beraninya investor mau menggelontorkan dana begitu besar di Makassar. Dari info-info yang saya terima dan yang saya lihat sendiri ternyata memang investasi pembangunan dan properti di Makassar betul-betul gila-gilaan. Ditunjang dengan persediaan lahan yang masih luas dan infrastruktur yang lengkap menjadikan Makassar merupakan kota dengan total investasi paling besar se-Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di Makassar sangat tinggi. GDP Makassar lebih tinggi dari GDP rata-rata Nasional, dan mengalami pertumbuhan yang signifikan, dari Rp 7,1 juta di tahun 2002 menjadi Rp 9,3 juta di tahun 2006. Dan dengan jumlah masyarakat Makassar sebesar 3,4 juta warga dan 8 juta warga Sulawesi Selatan, tidak heran kalau Trans Corp berani membangun Themepark ini.

Makassar, kini tidak hanya memiliki bandara yang cantik-setiap orang yang baru datang ke Makassar pasti mengaguminya- tetapi juga memiliki wahana bermain indoor terbesar didunia. Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur kini memiliki identitas baru dengan adanya Trans Studio Themepark ini. Menjadi magnet di kawasan Timur Indonesia.




Pertanyaan berikutnya, jadi kapan saya bisa pergi 'bermain' disana? Sepertinya masih lama saya kesana, yaa, kalau dapat THR ini tahun. Atau ada yang mau modalin? *ngarep* :D